Entah dilahirkan atau dibentuk, bakat adalah suatu anugerah. Minat dan bakat akan menjadi sesuatu yang luar biasa apabila bertemu dengan 3 hal:
Disadari Lebih Cepat
Bertemu dengan Guru yang Tepat
serta memanfaatkan Kesempatan yang Didapat.
Dan untuk ketiga hal itulah Kenapa lahirlah Pamekasan Berbakat
Kelas programming sejatinya adalah kelas yang diperuntukkan untuk anak-anak di awal pendiriannya. Seiring berjalannya waktu, kami mulai menaikkan standar usia ke jenjang lebih matang yakni minmal umur 16 tahun. Kami berkomitmen dan menjanjikan bahwa setiap siswa kami, pasti akan menyelesaikan sebuah produk yang bisa mereka gunakan dengan harapan ini akan menjadi pembuka wawasan untuk siswa yang masih belum menentukan kemana masa depannya atau membantu meningkatkan soft skill bagi yang sudah berada dijenjang perkuliahan dan hendak bekerja.
Namun tetiba salah seorang sahabat kami, mendaftarkan anak perempuannya yang baru menginjakkan kelas 1 SMP. Secara usia, ini tidak masuk dalam kriteria namun Sahabat kami ini meyakinkan kami untuk tetap mengambil kelas programming kami. Ia serius dan tentu kami tak ingin mengecewakannya.
Kelas programming ini berlangsung 8-10 pertemuan tergantung dari progres siswa-siswa kami. Kelas bisa berakhir lebih cepat manakala siswa telah memahami seluruhnya materi yang diberikan dan bisa berakhir lebih dari jumlah pertemuan tersebut jika memang dibutuhkan. Ada baiknya, sebelum mengambil kelas ini, para orang tua siswa disarankan untuk mengambil tes minat dan bakat anak supaya apakah memang anak yang bersangkutan memiliki minta terhadap dunia programming.
PERTEMUAN PERTAMA YANG BERKESAN
Kelas programming dilangsungkan pada malam hari. Idealnya dari Jam 18.30 hingga 20.30 malam. Di pertemuan pertama, kami membahas dasar-dasar dari bahasa pemrograman dan framework yang akan kita gunakan. Ini penting karena siswa kami anggap memiliki pengetahuan dasar yang sama. Sebelumnya, kami meminta siswa untuk melakukan beberapa instalasi perangkat lunak yang akan digunakan di dalam kelas. Setelah itu, baru kita akan memulai dari hal-hal teknis yang mendasar.
Bagi seorang guru, tidak ada hal yang membahagiakan kecuali melihat antusiasme siswa terhadap apa yang kita ajari. Kami sengaja memilih materi di kelas programming untuk membuat web karena sedari awal, hasilnya langsung terlihat dan bisa divisualisasikan. Setidaknya, siswa mengetahui ujung dari perjalanan kelas yang mereka tempuh itu apa dan orang tua paham tentang apa yang sebenarnya dipelajari oleh anaknya. Pertemuan pertama ini berlangsung dengan diskusi dan mencoba beberapa modul sederhana. Siswa kami terlihat sangat antusias, ketika kami sejatinya ingin mengakhiri kelas, lalu kami lempar pertanyaan "apakah ada pertanyaan?", tetiba siswa tersebut bercerita mengenai PR di sekolahnya yang diminta untuk mengkonversi bilangan desimal ke biner dan sebaliknya. Ini titik baliknya.
Kami menjelaskan bahwa bekerja sebagai programmer sangat cocok bagi anak-anak yang berasal dari kaum rebahan. Sebuah idiom terkenal berkata " Microsoft hanya mencari pegawai yang suka bermalas-malasan karena mereka tahu bagaimana sebuah pekerjaan dilakukan dengan cepat dan efisien karena mereka ingin segera bermalas-malasan". Akhinya kami mengajari anak tersebut dan bahkan membuat aplikasinya. Dia mengerjakan dengan antusias. Aplikasinya jadi dan siap digunakan. Kami bilang untuk segera membuka jasa pengerjaan PR bagi teman-teman sekolahnya, mayan bisa dapat cuan, haha.. Tentu ini bercanda. Pun serius dilakukan, ya biarkan saja, namanya juga anak-anak. ha ha. Tak terasa pertemuan pertama ini berakhir pukul 22.15 lewat sampai orang tua siswa tersebut menjemput. Kami pun terperangah bahwa tak terasa ini sudah larut. Dan ditambah lagi kami terperangah bahwa anak ini tidak pulang untuk tidur melainkan untuk melanjutkan les lainnya. Luar Biasa.
PERTEMUAN KEDUA DAN SETERUSNYA
Pada pertemuan kedua, kami membuka diskusi untuk studi kasus yang akan kita kerjakan sampai sesi akhir kelas programming. Akhirnya kita sepakati adalah membuat aplikasi buku tabungan sederhana yang membuat ia bisa mencatat seluruh uang hasil kejuaraan atau lomba yang ia menangkan dan pengeluaran yang ia belanjakan. Mungkin ia ingin mencatat uang hasil perlombaan yang diikuti serta mengincar beberaga gim di steam atau membeli console baru. Kami tertawa karena seperti halnya anak-anak pada umumnya, uang yang kita peroleh saat lebaran lalu kita titipkan ke orang tua adalah bentuk investasi bodong periode pertama yang kita hadapi. Ha ha ha...
Selanjutnya kelas berjalan dengan lancar. Pada umumnya, kelas berlangsung dengan intesif dan banyak membahas hal teknis. Kelas dengan anak ini kami cukupkan hingga 8x pertemuan. Aplikasi yang ia buat sudah jadi dan bisa digunakan oleh dirinya sendiri. Kami merasa bersyukur di awal kelas ini kami bertemu dengan anak yang luar biasa ini. Dari sudut pandang anakpun kita harus memahami, bahwa ia tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan oleh orang tuanya. Ini bukan soal nominal yang dibayarkan. Ini adalah bentuk tanggung jawabnya untuk menjalani apa yang sudah menjadi komitmen bagi dirinya.
KELAS PROGRAMMING PAMEKASAN BERBAKAT
Kami membuka kesempatan kepada teman-teman yang ingin mengambil kelas programming atau kelas lainnya di Pamekasan Berbakat. Kuota sangat terbatas untuk setiap batchnya. Dapatkan pula kelas-kelas lain seperti kelas self healing series ataupun kelas Digital Marketing di Pamekasan Berbakat. Lebih jelasnya langsung chat admin kami di tombol whatsapp sebelah kanan laman ini ya.
*Penulis adalah satiris, kain usang diantara Orang-Orang Hebat Pendiri Pamekasan Berbakat, Berseliweran di Dunia Maya dengan nama @tsabbitaqdami.