Pada tahun awal tahun 2024, Kabupaten Pamekasan tercatat memiliki 49.185 UMKM yang terdiri atas berbagai macam kategori. Tentu ini adalah kabar baik bahwa industri usaha kecil dan menengah di Kabupaten Pamekasan bertumbuh. Jika menilik pada pernyataan bahwa jika ingin menjadi negara maju Indonesia membutuhkan 4% dari warganya adalah pengusaha, maka jika katakanlah, 1 usaha UMKM di pamekasan dijalankan oleh 2 orang, maka jumlah pengusaha di Kabupaten Pamekasan adalah 98.370. Jika menilik pada data jumlah penduduk Pamekasan adalah 867.711 jiwa, maka prosentase pengusaha dibandingkan jumlah penduduk Pamekasan adalah sebesar 11%. Angka yang jauh melampaui rata-rata yang dibutuhkan untuk membuat Pamekasan Maju dari segi perekonomian. Namun sayangnya, ketika kita melihat pendapatan per kapita Masyarakat Pamekasan, ini jelas anomali.
Mengapa hal tersebut dapat terjadi?
Karena sirkulasi atau perputaran uang di masyarakat hanya terjadi di dalam daerah saja. Seringkali kita dapati produk-produk yang ada di sekitar kita memiliki kualitas, baik dari segi rasa maupun volume, lebih baik daripada yang berasal dari luar daerah. Pamekasan terkenal dengan camilan-camilan Maduranya, namun hanya segelintir pengusaha saja yang bisa menembus pasar luar. Yang lain berpikir butuh modal besar untuk bisa melakukan ekspansi. Akhirnya mereka tidak berdaya dan merasa bahwa kekalahan dalam hal modal adalah segalanya.
Pada umumnya, meningkatnya penjualan produk di level UMKM selaras dengan jumlah kunjungan Pariwisata yang datang ke suatu kota. Contoh yang paling saya sukai dan menjadi kiblat bahwa produk daerah bisa naik kelas dengan memajukan pariwisata adalah Kabupaten Banyuwangi. Dengan latar belakang yang kurang lebih sama, Banyuwangi berhasil melakukan destruksi lewat pariwisata yang kemudian memantik destruksi di berbagai aspek kehidupan masyarakatnya. Tentu saja, ini berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan pendapatan per kapita penduduknya.
Namun apa yang mereka kerjakan telah melampaui apa yang tidak bisa kita kerjakan. Namun jangan bersedih karena kita bisa melakukan percepatan dengan Digital Marketing!
Apa itu digital marketing dan bagaimana hal tersebut dapat memberikan dampak signifikan terhadap UMKM?
Marketing bukan hanya kegiatan untuk memasarkan produk semata. Marketing adalah cara untuk bercerita dan menyampaikan pesan tentang produk yang kita jual dalam berbagai aspek. Aspek tersebut dapat dikategorikan dalam aspek manfaat, kandungan, dampak tidak langsung dan lain sebagainya. Orang tidak lagi menggunakan pendekatan marketing yang usang terhadap produknya. Memasang iklan, memberikan diskon, memberikan bonus dan lain sebagainya. Marketing adalah bercerita maka yang dilakukan adalah menceritakan hal-hal yang berhubungan dengan produk tersebut. Misalkan saja produk tersebut mengedepankan value yang ada di dalam produk. Contohnya saja, jika kita membeli produk A maka kita telah berkontribusi menyelamatkan lingkungan karena produk A memiliki kemasan yang dapat di daur ulang.
Digital marketing artinya memanfaatkan platform digital untuk membuat cerita tentang produk anda. Kehadiran e-commerce macam shopee dan tokopedia, sociocommerce macam facebook dan instagram, mengubah cara orang untuk membuat bahan marketing untuk jualan. Jika kita pasang baliho di pinggir jalan, barangkali kita tahu bahwa baliho tersebut akan membuat orang berpikir bahwa produk kita ada. Namun sayangnya kita tidak bisa mengukur lebih jauh tentang produk tersebut. Berbeda halnya dengan digital marketing yang mampu memberikan penilaian lebih detail terhadap siapa yang telah mengetahui iklan dari produk kita. Dimulai dari jenis kelamin, segmentasi umur dan lain sebagainya. Orang-orang yang berpikir skeptis tentang digital marketing harus mengingat 2 peristiwa penting yang ada di masyarakat dalam kurun waktu 10 tahun belakangan: Munculnya gojek dan Sepinya Pasar Tanah Abang karena Tiktok.
Kemunculan Gojek.
Gojek dianggap sebagai pioner bisnis digital yang mendestruksi kebiasaan masyarakat dalam memakai transportasi. Mereka tidak memiliki satupun kendaraan. Namun dampak dari yang dihasilkan adalah luar biasa. Jika masa sebelum gojek, orang-orang yang mau berbisnis dibidang transportasi harus melakukan investasi yang besar dan rumit, maka dengan gojek mereka cukup memulai itu semua dari kendaraan mereka. Dengan menepikan permasalahan pajak kendaraan dan lain sebagainya, Gojek mampu menjadi tulang punggung masyarakat kelas menengah ke bawah untuk bisa mendapatkan pekerjaan secara mudah. Para pengemudi tidak perlu berkeliling atau standby di pangkalan ojek. Order lah yang menghampiri mereka.
Kemudahan yang ditawarkan oleh Gojek menimbulkan problem di masyarakat. Ada yang merasa terbantu, ada yang merasa terganggu. Yang merasa terbantu jelas masyarakat yang menjadi pengemudi ataupun pengguna gojek itu sendiri. Yang merasa terganggu jelas pengusaha taksi konvensional dan juga para pemilik rental ojek yang selama ini merasa nyaman dengan pola bisnisnya. Meski pada akhirnya kini mereka saling bekerjasama, namun sejarah tidak akan pernah lupa proses destruksi akibat kehadiran Gojek.
Lesunya Tanah Abang Akibat Tiktok.
Tanah abang adalah pasar terbesar di Asia Tenggara. Status ini bertahan bertahun-tahun lamanya hingga akhirnya aplikasi-aplikasi belanja online hadir. Mereka menganggap bahwa kehadiran platform ini membuat pasar tanah abang tidak seramai dulu karena banyak orang yang bermigrasi ke platform online. Namun kehadiran tiktok adalah awal bencana bagi mereka yang masih menjalankan bisnis secara konvensional. Tiktok dulu hanya dikenal sebagai platform orang berjoget dan senang-senang. Seiring waktu, pemanfaatan platform yang awalnya tidak memiliki kantor di Indonesia ini mulai bergeser menjadi platform jual beli. Apalagi setelah mereka berhasil mengakuisisi tokopedia. Hal ini pada akhrinya mendorong para pengusaha meminta kepada Pemerintah untuk menutup tiktok shop. Meski pada akhirnya tiktok shop diperbolehkan, namun sejarah mencatat destruksi akibat platform online di ranah jual beli pernah nyaris mematikan kawasan perekonomian terbesar se Asia Tenggara.
Dari dua contoh tersebut, kita bisa menarik kesimpulan bahwa digital telah banyak mendestruksi bisnis dan pola pikir masyarakat dalam berbelanja. Digital marketing mengubah semua paradigma bahwa ketidakmungkinan bagi para pengusaha kecil untuk bisa bersaing bahkan mengalahkan pengusaha yang sudah eksis sekian tahun bahkan puluhan tahun yang lalu. Kalau anda pengusaha UMKM dan masih berpikir bahwa memulai usaha harus punya toko sendiri, punya modal besar, maka sampai kapan tahupun anda belum tentu dapat membuka usaha anda. Namun Kehadiran Platform Jual Beli mengubah segalanya dan cara bercerita ala Digital Marketing dapat dilakukan oleh semuanya.
Referensi:
https://radarmadura.jawapos.com/pamekasan/743640336/27481-umkm-di-pamekasan-belum-punya-nib-dpmptsp-ayo-urus-legalitas-usaha-gratis-tanpa-pungutan
https://radarmadura.jawapos.com/pamekasan/742902946/jumlah-penduduk-pamekasan-bertambah
https://www.liputan6.com/bisnis/read/5229915/indonesia-mau-jadi-negara-maju-kejar-dulu-jumlah-pengusaha-4-persen-total-penduduk
https://malangkota.bps.go.id/id/statistics-table/2/NTkzIzI=/pdrb-perkapita-menurut-kabupaten-kota-di-provinsi-jawa-timur.html
https://ekonomi.bisnis.com/read/20160322/98/530519/bentrok-sopir-angkutan-umum-vs-gojek-ini-komentar-nadiem-makarim
https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20230919140839-92-1000924/pedagang-pasar-tanah-abang-bawa-poster-desak-teten-tutup-tiktok-shop